Kamis , 14 Desember 2017
Home / Dakwah / Kapan Kemenangan Dakwah Itu Datang?

Kapan Kemenangan Dakwah Itu Datang?

kemenangan-dakwahsangMURABBI.com – Jalan dakwah tidak ditaburi bunga-bunga harum, tetapi merupakan jalan yang sangat sukar dan sangat panjang. Sebab, antara haq dan bathil ada pertentangan nyata. Dakwah memerlukan kesabaran dan ketekunan memikul beban berat. Dakwah memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil yang segera, tanpa putus asa serta putus pengharapan. Yang diperlukan ialah usaha dan kerja yang terus menerus dan hasilnya terserah kepada Allah, sesuai dengan waktu yang dikehendaki-Nya.

Lantas, tentu timbul pertanyaan dalam diri kita. Kapan kemenangan dakwah datang.?

Kemenangan adalah pertolongan Allah SWT. Bagi dakwah, tiada kemenangan kecuali dengan pertolongan Allah SWT. Kemenangan dan pertolongan Allah ibarat dua mata sisi uang yang tidak dapat dipisahkan. Jika satu sisi lepas,maka hilanglah nilainya. Inilah yang perlu dicamkan ketika kita memperoleh kemenangan dakwah, termasuk kemenangan di medan siyasiyah.

Sesungguhnya Allah SWT telah menganugerahkan banyak kemenangan-Nya kepada kita. Dipeliharan-Nya kita, diizinkan-Nya kita bergabung dalam sebuah jamaah dakwah. Dimudahkan-Nya kita dalam menyebarkan dakwah, itu semua adalah kemenangan dari-Nya. Maka jika hari ini kita kembali mendapatkan pertolongan Allah dalam bentuknya yang lain, sesungguhnya kita perlu menyadari bahwa itu datang dari Allah. Maka tidak ada takabur yang boleh menghinggapi diri, tidak boleh ada ujub yang menyertai dan tidak boleh membuat kita lupa diri.

Kapan kemenangan dakwah datang.?

Kemenangan bagi dakwah, sesungguhnya adalah sebuah kemestian. Cepat atau lambat, dakwah Islam akan menang. Ia bisa dihadang, tetapi tidak bisa dihentikan. Ia bisa dibenci, tetapi tidak dapat dihancurkan. “Al Mustabal li hadadz Din” tulis Muhammad Al Ghazali. Bahawa masa depan itu milik Islam. Sebab Allah telah menjanjikan kemenangan bagi Islam.

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (QS. An Nur : 55).

Kemenangan sesungguhnya juga ujian dari Allah. Apakah kita sanggup menyikapinya dengan benar, atau justru membuat kita terlena. Kemenangan bagai pedang bermata dua. Ia dapat membunuh orang yang lalai dengan kemenangan itu. Di sisi lain, kemenangan dapat membantu kita untuk memperoleh kemenangan-kemenangan berikutnya. Sikap yang benar sangat dibutuhkan agar kemenangan yang diperoleh tidak membunuh kita.

Karenanya Rasulullah SAW justru menangis menunduk diatas untanya ketika beliau memasuki Makkah dalam suasana kemenangan Fathu Makkah. Beliau tidak membusungkan dada, dan tidak juga merayakan kemenangan dengan pesta pora. Beliau justru menitikkan air mata, sambil bertasbih memuji Allah dan beristighfar kepada-Nya.

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah kepada Allah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat.” (QS. An Nashr : 1-3)

Sudahkah kita mengikuti sunnah Rasulullah dalam menyambut kemenangan hari-hari ini.? Sudahkah kita bisa dan menyambung kemenangan satu dengan kemenangan-kemenangan berikutnya. Insya Allah semoga. Kemenangan yang penuh berkah.

*Disarikan dari buku Agenda besar Kemenangan Dakwah, Satria Hadi Lubis

Tinggalkan Balasan