Minggu , 20 Agustus 2017
Home / Dakwah / Mari Kita Bicara Tentang ADAB

Mari Kita Bicara Tentang ADAB

adabsangMURABBI.com – Abdullah ‘ibn Al Mubarok menghabiskan 30 tahun lamanya untuk belajar ilmu adab. Sisanya selama 20 tahun, beliau belajar ilmu pengetahuan.

“Adapun ilmu yg kuhimpun dari seluruh penjuru raya selama dwidasawarsa, sama sekali tak bernilai tanpa adab yang kulatihkan sebelumnya”, simpulnya.

Adab sangat penting disini.

Hingga Ibn ‘Athaillah berkata “maka pada guru yang sebenar berilmu, kan kaureguk adab yg tak disediakan oleh buku-buku”.

Mungkin kita bisa belajar memakna. Segepok uang satu juta yang diberikan dengan cara santun dan penuh hormat, akan membawa nikmat bagi pemberi dan penerimanya. Ada rasa bahagia dari pemberian itu.

Tapi mari kita coba bayangkan dengan semakna. Sekarung uang logam senilai satu juta kita terima dengan dilempar penuh maki dan hina, apakah rasanya?

Beda. Adab membuatnya beda.

Maka, dalam segala ikhtiar, ada adab yang perlu didahulukan.

Imam Hasan Al Bashri, seorang Tabi’in dari Bashrah, kedatangan seorang lelaki.

“Sesungguhnya aku”, ujar lelaki tersebut kepada sang Ulama’, “telah melakukan banyak dosa. Tapi ternyata rizkiku tetap lancar-lancar saja. Bahkan lebih banyak dari sebelumnya”.

Sang Imam tertegun prihatin “Apakah kau semalam Qiyamullail?”

“tidak”

“Sungguh jika Allah langsung menghukum semua makhluk yg berdosa dg memutus rizkinya, maka seluruh makhluk di dunia ini akan binasa”, jelas Imam.

Lanjutnya “bagi seorang mukmin, hukuman atas dosa itu berupa terputusnya kemesraan dengan Allah Swt”.

Adab. Menjemput rizki pun harus dengan adab.

Rizki adalah ketetapan. Menjemputnya adalah ujian.

Maka, menjaga setiap ikhtiar penuh dengan adab adalah bagian dari bukti kesungguhannya.

Karena adab pula, sepeninggal Rasulullah, Abu Bakar tak berani menaiki tangga kelima dari mihrab Masjid Nabawi. Maka beliau pun, hanya menuntaskan tangga ke empat, kemudian berdiri berkhutbah.

Sekarang, dimana adab-adab kita?

Depok, 10 Januari 2016

Chairul Saleh

Lihat Juga

anis-matta

Ada Orang Lain di Tengah-Tengah Kita

sangMURABBI.com – Fajar belum menyingsing ketika itu. Tiga orang laki-laki melangkah gagah menggapai takdir mereka. ...

Tinggalkan Balasan